Ketentuan Orang Yang Berhak Menjadi Imam Dalam Sholat Berjamaah

Sajadah.net, Hukum Islam - Dalam kehidupan sehari hari, kita harus tetap mengutamakan ibadah, terutama sholat 5 waktu. Terkadang ketika akan sholat berjamaah bersama teman atau orang lain, diantara kita pasti pernah merasa mennghindar untuk menjadi imam sholat. Entah dengan alasan kurang alim, atau kurang fasih dalam bacaan.



Berikut urutan-urutan orang yang berhak menjadi imam dalam sholat berjamaah :

1. Orang yang paling tau tentang ilmu fiqih yang berkaitan dengan sholat.

2. Orang yang paling benar atau paling fashih dalam membaca Al-Qur'an, lebih-lebih bacaan surat Al-Fatihhah.

3. Orang yang hafalan Al-Qur'annya paling banyak.

4. Orang yang paling zuhud (orang yang paling tidak suka dengan hal-hal yang bersifat duniawi).

5. Orang yang paling wira'i (orang yang paling bisa menjaga dirinya dari perbuatan yang syubhat / belum jelas halal-haramnya, lebih-lebih dari perbuatan yang haram).

6. Orang yang berhijrah.

7. Orang yang berhijrahnya paling awal.

8. Orang yang Islamnya paling sepuh / paling lama.

9. Orang yang nasabnya paling mulia.

10. Orang yang terkenal paling baik.

11. Orang yang pakaiannya paling bersih.

12. Orang yang tubuhnya paling bersih.

13. Orang yang pekerjaannya paling baik. Dalam hal ini, petani dan pedagang berhak didahulukan menjadi imam sholat berjamaah daripada pekerjaan lainnya.

14. Orang yang suaranya paling bagus.

15. Orang yang bentuk fisinya paling sempurna (tidak cacat).

16. Orang yang mukanya paling bagus.

17. Orang yang istirnya paling cantik.

18. Orang yang memakai pakaian yang berwarna putih.

19. Orang yang berkulit putih.

Ketentuan diatas jika memang di masjid atau di mushola yang digunakan untuk sholat berjamaah tersebut tidak ada :

1. Imam ratib (orang yang diangkat sebagai Imam Sholat berjamaah di suatu masjid atau musholla tertentu. Proses pengangkatan imam Shalat berjamaah ini, bisa dari Nadhir masjid, juga bisa dari orang yang mewakafkan tanah / bangunan.)

2. Kepada negara

3. Wakil kepada negara.

4. Pejabat yang lainnya.

5. Tuan rumah.

Jika ada, maka yang peling berhak menjdi imam sholat berjamaah secara berurutan adalah :

1. Kepala negara

2. Wakil kepala negara.

3. Pejabat-pejabat yang lainnya, seperti menteri, gubernur, bupati, camat, kepala desa, dan seterusnya.

4. Imam ratib.

5. Tuan rumah.

Tanbih :

Posisi imam shalat berjamaah di atas, boleh digantikan oleh orang lain jika memang ia sudah mendapatkan ijin dari orang yang seharusnya berhak menjadi imam. Wallahu A'lam.

Nihayatuz Zain.
Syaikh Muhammad Nawawi Banten
Hal. 119
Darul Fikr 2005.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.