Pilih Mana, iPhone atau Al-Qur'an?



 Sajadah.net, Cerita Islami - Siapa yang tak kenal produk iPhone-iPhone, dimulai dari iPhone 2G, iPhone 3G, iPhone 3GS, iPhone 4, iPhone 4S, iPhone 5 sampe keluaran terbaru iPhone 8 plus dan iPhone X. Produk dari perusahaan Apple Inc di California ini banyak disegani banyak orang. Bahkan iPhone menjadi salah satu produk terlaku, karena menawarkan fitur-fitur yang sangat canggih.
Dan siapa tak mengenal Al-Qur’an, sebuah kitab yang merupakan firman atau wahyu yang berasal dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara malaikat jibril yang merupakan petunjuk seluruh alam, sumber pokok ajaran islam, peringatan dan pelajaran bagi manusia.
Kalau kamu disuruh nanyain gini kepada temen-temen kamu, pertanyaan kayak gini gimana:
 “Eh, kalau di dunia ini kamu disuruh milih satu yang paling penting kamu bakalan milih mana ‘antara iPhone atau Al-Qur’an’?”

Eits tunggu dulu, simpan jawabannya terlebih dahulu. Dan bacalah kisah ini:
Ahmad       : Assalamu’alaikum sul, di
Syamsul      : Wa’alaikumussalam mad
Ardi            : Wa’alaikumussalam di
Ahmad       : Eh, gua punya tugas nih dari pak Kyai, suruh nanya nih buat kalian semua? Kalo kalian ditempatkan di tempat terpencil dan kepala suku nya hanya memperbolehkan kalian membawa satu barang dari kalian yaitu iPhone atau Al-Qur’an? Kalian pilih mana?
Syamsul      : pertanyaan macam apa tuh mad, nggak bisa lah kalo diperbandingin hahaha apalagi milih salah satu. Ah kau ini aneh-aneh ja mad.
Ardi            : InsyaAllah kalo gua pasti milih Al-Qur’an mad.
Syamsul      : hahaha kamu di, sudah kebaca banget milihnya. Kayak aku dong milihnya iPhone.
Ardi            : Ah lo sul, kebiasaan nih. Mad, lo ndak mau tau alasan gua milih Al-Qur’an?
Syamsul      : iya mad, kamu nggak mau tau alasan gua milih iPhone?
Ahmad       : hahaha (tertawa lepas) sebenarnya aku sih udah tau alasan lo semua di sul. Jadi ndak usah kasih tau gua lah. Yaudah gua mau ke rumah pak Kyai dulu ya di sul.

Sesudah mereka berbincang-bincang, Ahmad langsung mampir ke Rumah pak Kyai dan memberikan jawaban atas pertanyaan dari pak Kyai.

Ahmad       : Assalamu’alaikum yi.
Pak Kyai    : Wa’alaikumussalam mad, gimana nak Ahmad sudah dapat jawabannya?
Ahmad       : Sudah yi. Ardi anak yang rajin ibadahnya pasti milihnya Al-Qur’an, namun Ardi punya sifat sombong, riya, angkuh, merasa suci, dan suka mencaci maki. Sedangkan Syamsul anak yang ibadahnya jarang pasti milih iPhone, namun Syamsul mempunyai akhlak yang baik, rendah hati, santun, lembut, dan cinta kasih dengan sesame.
Pak Kyai    : o, begitu. Alhamdulillah ….
Ahmad       : Maaf nih pak kyai, lalu pesannya apa dari mereka berdua?
Pak Kyai    : begini nak Ahmad, jika kamu disuruh milih mana yang tidak baik?
Ahmad       : hehehe pak Kyai bisa saja, jelas aku ndak milih mereka berdua, karena mereka belum bisa dikatakan baik, yang satu ahli ibadah tapi sifatnya buruk dan yang satunya lagi jarang ibadah tapi sifatnya baik. Mana bisa saya milih diantara mereka pak Kyai.
Pak Kyai    : (tersenyum) hehehe sini nak Ahmad, perbanyaklah istighfar nak. Coba lihatlah boleh jadi kelak Ardi menjadi orang yang tidak sombong dan baik hati karena ibadahnya yang rajin telah memberikan hidayah pada dirinya, sehingga akhirnya diapun meraih Khusnul Khotimah. Sedangkan Syamsul yang memilih iPhone kelak akan menjadi ahli ibadah karena akhlaknya yang baik menyayangi sesama, dan iPhone itu akan dia pergunakan dengan mendownload Aplikasi Al-Qur’an, dan disebarkannya kebaikan melalui iPhone itu. Sehingga Allah menurunkan hidayah padanya untuk taat beribadah dan ia pun akhirnya meraih Khusnul Khotimah.
Ahmad       : Lalu bagaimana dengan pertanyaan pak Kyai? Siapa yang tidsk baik? Apa pertanyaan itu tidak memiliki jawaban pak Kyai?
Pak Kyai    : nak Ahmad, sadarkah kita. Kita ini sebenarnya orang yang tidak baik itu. Orang ketiga yang selalu mampu menilai orang lain, namun lalai menilai diri sendiri.
Ahmad       : saya paham pak Kyai, Astaghfirullah …
Pak Kyai    : Selalu ingatlah pesan ini nak Ahmad “ Ingatlah kebaikan orang lain dan kesalahan diri sendiri serta Lupakanlah kebaikan diri sendiri dan kesalahan orang lain”.
Ahmad       : (dengan perasaan menyesal) iya pak Kyai.

 
Gimana? Apa kalian sudah berprasangka yang tidak-tidak dengan pilihan, sifat, dan perilaku orang lain, Simpan itu teman, jadikan ini pembelajaran. Semoga bermanfaat dan Semoga kita selalu dalam prasangka yang baik menurutNya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.