Takut Adzab, Pemkot Makassar Minta Warga Laporkan Pelaku LGBT

Sajadah.net - Pemerintah kota makassar secara tegas menolak perilaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Dalam hal ini, Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kebag-Kesra), Aswis Badwi meminta agar warga melapor jika mendapati adanya kaum LGBT.


"Jika ditemukan di Makassar, maka warga diharap untuk melapor ke Ketua Rukun Tetangga atau Ketua Rukun Warga (RT/RW), supaya selanjutnya bisa ditindak lanjuti oleh pihak yang berwenang dalam hal ini Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)," ungkapnya, Ahad (17/12/2017).

Aswis mengatakan, dalam Agama sangat melarang keras tindakan menyimpang tersebut dan tidak boleh didukung oleh siapapun. Karena perilaku LGBT berpotensi menyasar para generasi muda.

"Kalau meresahkan masyarakat, harus ditindak lanjuti oleh pemerintah setempat mulai dari lurah hingga camat. Bisa digrebek oleh Satpol PP bila sudah meresahkan masyarakat," tambahnya

Aswis juga menilai, bahwa perilaku LGBT bisa mengundang azab bagi warga Makassar bila tidak tidak ditindak. Azab yang terjadi bisa sama seperti kaum Nabi Luth yang dibumihanguskan akibat perbuatan tersebut.

Mantan Kabag Protokol Pemkot Makassar ini menambahkan, selain berharap warga melapor bilamana mendapati pelaku LGBT, pihaknya juga tak henti-hentinya melakukan sosialisasi agar bisa menghindari perilaku tersebut. Sosialisasi itu tertuang dalam program 'Jaga Anakta' dan 'Pengajian Lorong'.

"Kami tidak sepaham dan LGBT tidak boleh dibiarkan mewabah di Makassar. Di negara lain mungkin dibiarkan, tapi tidak untuk di Makassar. Kita punya batasan budaya dan agama." pungkasnya (sumber: kiblat.net)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.