Ustadz Bachtiar Nasir - Kisah Seorang Penjual Roti Ditemui Oleh Imam Hambali

Sajadah.net, Cerita Islami - Suatu hari, Imam Ahmad Ibnu Hambal (Imam Hambali) mendapat berita, tentang adanya seseorang yang miskin dan jauh di pelosok negeri, yang ingin berjumpa dengan Imam Ahmad Ibnu Hambal. 


Imam Ibnu Hambal merupakan imam besar, sangat sibuk dan banyak pekerjaan yang harus dikerjakannya. Entah apa gerangan yang menyeret hatinya, yang berpeluh susah, berpeluh payah, untuk mendatangi orang miskin yang ingin sekali berjumpa dengannya, padahal orang selalu menyanjung dia, orang-orang selalu ingin menimba ilmu kepadanya, dan orang-orang juah dari penjuru negeri datang untuk kepadanya. Tapi hari itu, seperti tidak berdaya, Imam Ahmad Ibnu Hambal dicengkeram batinnya, seperti diseret jiwanya, untuk datang ke suatu negeri yang jauh di pelosok, demi menjumpai seseorang yang tidak dia kenalnya. Hanya gara-gara mendapat informasi, bahwa ada sesorang yang ingin sekali berjumpa dengan Imam Ahmad Ibnu Hambal. Dengan ongkosnya sendiri, tanpa tentu arah dimana dimana hendak dia tuju, dia hanya tau disuatu dusun, dia harus pergi kesana.

Singkat cerita, sampailah Imam Ahmad Ibnu Hambal di dusun itu, karna sudah malam, dia masuk ke masjid untuk menginap, tapi dilarang oleh pengurus masjid tidur di dalam masjid, lalu diusir keluar masjid. Karna juga tidak tau dimana harus tinggal, lalu Imam Ahmad Ibnu Hambal mengatakan "Saya akan tidur, ditempat dimana saya berdiri." tapi karna itu masih bagian sekitar di pekarangan masjid, Imam Ahmad Ibnu Hambal masih tetap diusir. 

Pengurus masjid ini tentu tidak mengetahui Imam Ahmad, Imam Ahmad Ibnu Hambal pun juga tidak tertarik untuk mengenalkan dirinya. Sampai pada akhirnya, ada seorang tukang roti lewat, mempersilahkan Imam Ahmad, setelah dia terusir untuk datang ke rumahnya. Imam Ahmad pun menerima tawaran tukang roti itu, dan masuklah ke dalam rumahnya yang sangat sederhana. Yang menarik, sepanjang malam tuan rumah ini melayani Imam Ahmad selalu membaca beristigfar, memberikan roti kepada Imam Ahmad selalu beristigfar, meninggalkan Imam Ahmad untuk ke dapur beristigfar, bertemu lagi dengan Imam Ahmad juga beristigfar.

Imam Ahmad, seorang ulama agung yang sangat mengerti faedah dan manfaat Istigfar lalu bertanya "Tuan rumah, saya dengar kamu selalu beristigfar. Apa saja keinginanmu yang sudah tercapai karna Istigfar yang kamu baca?." lalu si tukang roti menjawab "Alhamdulillah sudah semuanya, kecuali satu." Imam Ahmad bertanya lagi, "Apa itu ?." lanjut tukang roti menjawab, "Aku ingin sekali bertemu dengan Imam besar yang bernama Imam Ahmad Ibnu Hambal, aku ingin sekali berjumpa dengannya. Yang sampai sekarang belum kunjung Allah berikan aku terus beristigfar." Imam Ahmad menjawab, "Akulah Imam Ahmad Ibnu Hambal, Istigfarmu telah menyeret jiwaku, untuk mendatangi dan menjumpai di rumahmu ini. Aku seakan akan tak berdaya, jiwaku seperti dirantai untuk datang menjumpaimu, istigfarmu telah menyeretku untuk datang ke rumahmu." Astagfirullahaladzim wa'atubuilaik

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.