Yudhistira Meminta Maaf Soal Buku Yang Mencantumkan Yerussalem Sebagai Ibu kota Israel

Sajadah.net - Akhir-akhir ini netizen dihebohkan oleh sebuah postingan di sosial media, yang menunjukkan sebuah buku IPS yang tidak mencantumkan ibukota Palestina, dan malah mencantumkan Yerussalem sebagai ibukota Israel.


Banyak netizen yang berkomentar negatif tentang buku IPS kelas 6 SD tersebut. Bahkan banyak netizen di sosial media yang cenderung menyalahkan Presiden Jokowi, yang sempat mengecam Presiden Donald Trump yang menyatakan Yerussalem sebagai ibukota Israel, tapi malah beredar buku yang mendukung Yerussalem sebagai ibukota Israel.

Sebelumnya juga beredar soal ujian yang ditarik oleh kemenag, akibat soal tersebut menyangkut masalah khilafah. Tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa pemerintah sekarang benar-benar kritis dalam menanggapi sesuatu yang bertentangan dengan agama dan NKRI.

Penerbit buku tersebut, Yudhistira, menyatakan akan merevisi buku IPS tersebut, yang di dalamnya dituliskan bahwa Yerussalem sebagai ibukota Israel. Yudhsitira juga akan menarik buku-buku yang telah beredar. 

Menurutnya, terjadi kesalahan penulisan saat pengambilan referensi. Informasi yang menyatakan Yerussalem sebagai ibukota Israel didapat dari world population sheet 2010. Pihak Yudhistira juga membuat surat permintaan maaf, yang ditujukan kepada kepala sekolah dan guru.


Setelah membuat surat pernyataan maaf, pihak yudhistira lalu membuat draft revisi yang menyatakan Tel Aviv merupakan ibu kota Israel, dan Yerussalem sebagai ibu kota Palestina


Selanjutnya, pihak Yudhistira akan menarik semua buku-buku lama, dan akan diganti dengan buku baru. Proses penarikan bisa dilakukan di tempat dengan memasang stiker atau diganti buku baru. 

Menurut pihak Yudhistira, proses pencetakan revisi tidak akan berlangsung lama, proses penarikan pun secepatnya akan dilakukan. Namun, belum bisa dipastikan kapan watu pastinya. (Kumparan)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.